• PERTANYAAN-PERTANYAAN SEPUTAR PRODUK PLASTIK

    Berikut adalah beberapa pertanyaan yang seringkali muncul tentang produk plastik :

    T : Bagaimana plastik dibuat?

    J : Kebanyakkan dari plastik komersial yang ditemukan oleh konsumen terdiri dari blok-blok pembangun karbon. Blok-blok pembangun karbon tersebut pada umumnya diambil dari bahan petroleum (minyak bumi) dan gas alam, selain itu dapat juga diambil dari batu bara atau sumber-sumber biologis lainnya. Blok-blok pembangun molekul-molekul kecil tersebut disebut dengan monomer. Untuk membuat plastik, jumlah monomer yang digunakan sangat banyak dan di kombinasikan dalam beragam kombinasi untuk memperoleh sifat dan karakter plastik tertentu.

    Dikarenakan sifat alami dari polimer tersebut, maka penggunaan monomer murni adalah suatu kewajiban untuk mendapatkan produk plastik yang bagus. Plastik dapat dibuat pada tekanan yang sangat tinggi dengan menggunakan gas, dalam larutan, emulsi cairan dan sebagai bahan yang mudah meleleh. Masing-masing plastik memiliki tekhnik pembuatan tersendiri berdasarkan unsur kimia tertentu yang dimilikinya. Semua sintesa kimia yang berhasil ditunjukkan dengan adanya pemurnian dari bahan mentahnya, penggunaan kembali energi bahan plastik yang  sesuai jenis dan kebutuhanya akan memberikan manfaat yang maksimal terhadap masing-masing kebutuhan jenis plastik dan diharapkan hanya memberikan dampak negatif yang minimal terhadap pelanggan dan lingkungan.

    T : Mengapa plastik digunakan sebagai kemasan ?

    J : Kemasan dapat  dipakai untuk berbagai fungsi, kegunaan dan tujuan. Masyarakat mungkin berpendapat bahwa kemasan hanya bertahan beberapa menit dalam penggunaan suatu produk, namun kebutuhan sesungguhnya adalah lebih dari itu. Beberapa fungsi kemasan adalah :

    1. Kemasan harus dapat membawa produk melalui rantai distribusi yang panjang kepada konsumen sedemikian rupa sehingga produk tetap dapat memenuhi semua harapan setelah apapun yang dialaminya.
    2. Kemasan harus memungkinkan produk terlihat tetap menarik dan menyampaikan pesan estetika serta informasi.
    3. Kemasan harus melindungi produk dengan biaya rendah dan mudah digunakan dengan dampak lingkungan yang minimal.
    4. Kemasan harus memenuhi persyaratan peraturan yang telah ditetapkan oleh berbagai negara.

    Dengan seleksi yang sesuai atas dasar jenis plastik dan kemasan, kualitas produk mulai dari barang elektronik yang perlu penanganan yang ekstra hati-hati hingga ke makanan yang sehat dan segar dapat dijaga selama proses pengiriman, packing  dan penjualan. Pada banyak hal, plastik dapat memberikan perlindungan yang terbaik dan menggunakan sumber daya yang minimal serta mengurangi sampah dibandingkan dengan bahan alternatif lainnya.

    Sebuah studi di Jerman menunjukkan bahwa 400% lebih bahan dasar berdasarkan berat akan diperlukan untuk membuat kemasan jika tidak ada plastik dan volume kemasan akan menjadi lebih besar 2 kali lipat. Suatu studi lainnya di Eropa menunjukkan bahwa jika kemasan plastik tidak ada, beban ekstra tahunan yang dibutuhkan untuk mengganti fungsi kemasan akan menghabiskan 14,2 juta ton minyak tambahan (sama dengan satu armada kapal tangki super sepanjang 14 mil) dan menghasilkan tambahan 47,3 juta ton CO2 (sama dengan pengeluaran tahunan lebih dari 12 juta mobil). Sementara semua pengunaan kemasan terus di optimalkan, efisiensi dari penggunaan kemasan plastik dalam menghantar/mengemas produk sesuai dengan yang diharapkan produsen dan konsumen adalah yang paling ekonomis dari segi harga masih merupakan suatu kenyataan dan fakta.

    T : Mengapa kita memerlukan beragam jenis plastik ?

    J : Tembaga, perak dan alumunium semuanya merupakan logam, namun masing-masing memiliki sifat unik. Kita tidak membuat mobil dengan menggunakan perak / kaleng bir dari tembaga karena sifat-sifat dari logam-logam ini bukanlah pilihan terbaik untuk produk akhirnya. Demikian juga dengan plastik, dimana semua produk plastik saling terkait, masing-masing resin memiliki sifat yang membuatnya paling sesuai untuk aplikasi tertentu. Plastik membuat hal ini memungkinkan karena sebagai kelompok bahan, mereka ini sangat berguna untuk berbagai kebutuhan. Untuk penjelasan masing-masing jenis plastik bisa dilihat pada halaman utama web-site kami (www.distributorplastik.com) tentang produk plastik.

    T : Bagaimana dengan penggunaan CFC pada produk plastik ?

    J : ChloroFluoroCarbon(CFC) digunakan di masa lalu untuk membuat plastik berbusa. Sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran akan lapisan ozon, para produsen polystyrene (PS) secara sukarela menghilangkan penggunaan CFC diakhir tahun 1980-an.

    T : Apakah senyawa-senyawa beracun digunakan untuk membuat plastik ? Dan jika iya, bukankah hal ini membuat plastik menjadi produk yang beracun ?

    J : Beberapa bahan mentah yang dipakai untuk membuat plastik lebih bersifat non-reaktif pada suhu ruangan dan yang lainnya sangatlah reaktif. Misalnya, satu senyawa reaktif : ethylene digunakan untuk membuat polyethylene (plastik PE). Senyawa ini juga dapat dipakai sebagai bahan pembuat lilin, seperti lilin parafin yang dipakai untuk lilin lampu dan zat tambahan pada makanan. Meskipun tidak secara khusus beracun, ethylene bergas memiliki sifat asphyxiant yang dapat menyebabkan penyakit aspiksia (penyakit penyebab kematian pada bayi), aktif secara kimia, dan sangat mudah terbakar.

    Jika dikonversikan ke plastik, sifat-sifat tersebut berubah. Plastik-plastik yang terbuat dari bahan-bahan mentah yang telah diubah ini tidak memiliki sifat yang sama dengan bahan mentahnya. EPA menyimpulkan bahwa “Terdapat sangat kecil kemungkinan bahwa kontak dengan polimer-polimer yang tidak larut air yang memiliki berat molekul tinggi, sebagai suatu kelompok, akan mengakibatkan resiko atau luka yang tidak wajar pada kesehatan manusia atau lingkungan”. Molekul-molekul plastik sangatlah besar dan tidak memiliki sifat biologis yang sama dengan bahan mentah yang digunakan untuk membuatnya.

    T : Apakah bahan kimia beracun termasuk dalam produk-produk plastik yang kita beli ?

    J : Jawaban mudahnya adalah “secara tidak sengaja”. Jawaban lebih lengkapnya adalah bahwa sifat racun merupakan hal yang rumit. Garam dan bahkan air jika terlalu banyak dikonsumsi akan beracun bagi manusia. Padahal keduanya diperlukan untuk kesehatan dan keduanya tidak dikategorikan beracun. Anda akan beresiko jika bahan beracun masuk ke organ sensitif dengan jumlah yang cukup besar sehingga menyebabkan hal yang tidak diinginkan. Resiko kesehatan tidak timbul hanya oleh karena eksistensi zat tersebut saja.

    Produk-produk plastik dapat mengandung banyak zat aditif untuk merubah penampilan, contohnya warna atau untuk merubah kinerja seperti bahan yang membuat plastik yang kaku menjadi lebih lembek atau lentur. Semua zat aditif untuk kemasan makanan harus lulus uji ketat yang memenuhi persyaratan FDA untuk zat aditif makanan tidak langsung yang dimakan ataupun tidak. Zat aditif untuk produk yang selain dari kemasan makanan memiliki beberapa persyaratan lain yang juga harus dipenuhi.

    Secara umum, jika suatu zat aditif menjadi masalah harus ditemukan dan digunakan zat alternatif lainnya. Sedangkan untuk plastik itu sendiri, produsen menyadari bahwa memang merupakan kepentingan jangka panjang bagi mereka untuk memastikan bahwa plastik yang diproduksi tidak menimbulkan resiko yang berarti.

    T : Mengapa plastik dipakai untuk barang-barang yang awet ?

    J : Barang-barang produksi memiliki umur kegunaan lebih dari 3 tahun, termasuk mobil, alat rumah tangga, komputer, dll yang disebut dengan barang-barang awet. Para produsen barang-barang awet memilih plastik karena berbagai alasan :

    • Industri mobil memilih plastik karena keawetannya, ketahanan terhadap karat, kemudahan pewarnaan dan penyelesaian akhir, ketahanan bentuk, efisiensi, biaya dan energi serta ringan. Berat yang ringan mempengaruhi penggunaan bensin yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah untuk para konsumen. Penggunaan plastik pada bodi mobil, bersama dengan peningkatan dalam teknologi dalam pelapisan menyebabkan mobil berumur lebih lama dari mobil-mobil yang ada sebelum penggunaan plastik yang semakin semarak pada bumper, quarter panel, dan bagian bodi lainnya.
    • Produsen alat rumah tangga utama menggunakan plastik karena kemudahan fabrikasinya, beragam jenis kemungkinan desain, dan insulasi termal, listrik dan akustiknya. Sifat-sifat plastik dapat secara signifikan mengurangi produksi dan konsumsi energi dan pengeluaran gas rumah kaca. Insulasi plastik dalam kulkas dan lemari pembeku membantu mengurangi biaya operasi pada konsumen.
    • Plastik dapat mengurangi konsumsi energi untuk industri-industri mobil, alat rumah tangga, dan bangunan dan konstruksi, sehingga memberikan penghematan dalam biaya produksi yang cukup besar.

    Semoga FAQ ini dapat bermanfaat bagi Bapak/Ibu. Terima kasih.

    Hormat kami,

    PD Menara Plastik

Leave a comment

If you want to share your opinion, leave a comment.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

1 × 2 =